Monthly Archives: April 2006

….Arise…

Standard

I have seen the invisible

I have heard the unspoken

I have felt the unreal

I have been through the timeless

I have lived in my biggest fear

Nothing could scare me anymore

– Tuesday, April 26, 2006. 02.14pm –

Advertisements

A Thousand Lives…

Standard

I want to live a thousand lives
Each one with different me

I want to live in the sky up high
So I can see clearly what is beyond the rainbow

I want to live on the ground
So I can see what is the surface

I want to live deep in the ocean
So I can see what is beneath

I cannot promise my self anything
But a never ending lesson to learn
Called LIFE.

Tony Blair,,,oh Tony Blair,,,

Standard

Friday, April 21st, 2006

Hm,,berawal dari keinginan menghias meja gambar di studio, maka orang2 mulai sibuk untuk menghias dengan berbagai macam hal yang bisa ditempel, dari foto, tulisan penyemangat, poster artis favorit, jadwal kuliah, dsb, dsb (kalo makanan dan bantal bisa ditempel, i choose them…)

nah, seru juga klo ikutan. setelah berhasil melapis meja gambar dengan milimeter blok, dan plastik (thanks to Bang Lai atas palu dan paku payungnya), maka saya duduk sejenak untuk memikirkan apa yang mw ditempel.

Pertama2, tulisan kaligrafi Bismillah yg saya buat diatas karton putih besar, dengan spidol marker biru. Alhamdulillah, tulisan kaligrafi itu menginspirasikan teman2 utk ikut nempel, jd ya saya buat lagi beberapa (tau gitu gw jual selembar goceng,,,,). Sampai rekan2 pria di “pojok bokep” ikut meminta (agak miris liatnya, bersanding dengan poster cw2 model FHM,,,).

Lalu saya duduk kembali, dan berpikir apa yg mw ditempel. Hm, beberapa teman menuliskan kata2 penyemangat diatas kertas seukuran amplop berwarna warni. saya pilah2 mana yg kira2 plg nampol buat ditempel. Setelah beberapa saat, diantara sekian banyak (sekitar 20an), cuma 3 yg benar2 “menyemangati”. sisanya,,kok malah seperti curhat pribadi, misalnya, “Ayo Neo, Ganbatte!! Bantai Bu D***S!! huhuhu,,doain gw dong, pemrog gw jg sm dia..”, atau, “Wah, gak asik lu,,masa naek duluan ninggalin gw??”, atau, “Neo,ingetin gw supaya semangat yah!”,,,nah lho.yg ajaib si adyos, doi malah menuliskan lirik lagu tradisional Timor Leste yg judulnya “Sonde Bae”, dan terakhirnya ditulisin “Kutunggu Jandamu.” (what the…).
mirisnya lagi, diantara 3 yg mendingan itu, satu diantaranya ditulis secara vertikal (kaya tulisan jepang), dan bikin pusing buat dibaca…

trus mikir, mw pasang poster artis favorit, ko rasanya abg banget? lagian klo mw masang poster pemain bola favorit saya, butuh perjuangan utk ngelepasnya dari tembok kamar. skip it…

terakhir,,foto siapa ya yg mw saya tempel?
mw pasang foto orang tua,,,,inget biaya kuliah. ah,,,jd merinding. mw pasang foto pacar, saya tidak punya pacar. mw pasang foto temen2,,yah, ga usah dipasang juga temen2 saya udah ada di depan mata,,,mau pasang foto muka sendiri, rasanya kok narsis banget,,
nah, ditengah kebingungan itu,,,datanglah seorang teman yang membagi2kan foto2 Tony Blair, si perdana mentri inggris itu, yg mampir ke Darunnajah (sebuah pesantren di jaksel milik teman saya yg mbagiin foto itu,,,).
jadi, yah, dari pada nganggur tu foto, saya tempel aja di meja gambar, bersanding dengan foto name tag saya. Hore!
Ternyata, ada teman saya, si icol, yg terinspirasi utk memajang foto itu di white board studio, yg biasanya buat anak2 nulis pesan “Dari-untuk, Dengan Ucapan..”, dan di samping foto ditulis,,,
“D: Tony Blair
U: Tim 1
DU: Keep your spirit, man! When we gonna play2 together again??”

bagus,,bagus,,very much inspiring.
hm, ada kejadian yg lumayan bikin senyum ttg foto itu.
meja teman saya, si cicis, dipasangi foto pak tony itu…lalu dari jauh, seorang teman juga, melihat foto itu dan berkata, “Cis, itu foto bokap loe? gila, ganteng amat!”
nah lho…

yak…itulah sekilas aktifitas2 yg terjadi di studio from 8.00am till 3.00pm.