Monthly Archives: March 2010

Orang Indonesia itu (kadang cenderung meny-) susah (kan diri)…

Standard

Sometimes I do think: orang Indonesia itu (seneng) susah ya kayaknya?
Figure these things out:
Para wanita nya mau dilindungi hak-haknya lewat undang-undang tentang nikah siri, ada yang pro dan ada pula yg kontra. Media pun berlomba mengumpulkan opini masyarakat, mencoba menyajikannya dalam proporsi yg berimbang antara yg pro dan kontra. Well, if ever any reporter ask about my opinion, that would be: saya belum menikah, dan saya bukan orang yg religius yg paham betul tentang hukum pernikahan, sehingga tentunya pendapat saya masih seputar ‘kira-kira’ saja. Tapi sbg orang awam, saya berpendapat bahwa setiap wanita berhak mendapat pengakuan sah secara resmi dari kantor pemerintahan bahwa ia adalah istri si A, jadi si A ini enggak bisa seenaknya datang dan pergi macam bang Thoyib (btw, bang Thoyib ini tokoh nyata atau fiktif sih?). Lalu anak-anaknya pun, mestinya berhak dapat akta kelahiran, masa nanti pas mau daftar sekolah atau bikin pasport gak pny data resmi tentang keberadaan dia di dunia? jangan-jangan ntar dikira penampakan pula. Lagipula, nikah siri banyak disalah gunakan oleh oknum2 yang menurut saya kurang menghargai kemuliaan dari pernikahan itu sendiri. Apalagi yang melakukan kawin kontrak.
Banyak yang beropini “dari pada zinah..” (and that makes me wonder, ’emang HARUS zinah?’). Untuk opini ini, saya setuju sama pendapat Bpk. Mahfud MD di TV beberapa waktu lalu yg kurang lebih seperti ini, “Ada yang berkata, ‘dari pada zinah’, ya ngapain zinah? intinya ya jangan nikah siri dan jangan zinah…”. Great Pak Mahfud.. Me like this. You really are a great public figure.

Lalu kedua, masyarakatnya di ajak hidup sehat tanpa rokok melalui fatwa haram rokok. Humm. Beberapa ulama terpecah, ada yang bilang klo merokok itu hanya makruh, bukan haram. Ada juga yang mengumpulkan daftar mudharat dari rokok sampai tiba pada kesimpulan haram.
Yah, kalau, misal, andaikata ada reporter bertanya mengenai opini saya, kira2 jawaban saya begini: Saya berasal dari keluarga anti rokok. Dan saya pernah menderita radang paru2 sehingga smpai saat ini saya tidak berminat merokok. Maka opini saya akan berat sebelah, karena saya enggak tau apa itu nikmatnya rokok. But I do believe,,, bahwa setiap orang berhak menghirup udara sehat tanpa polusi (apapun, rokok, knalpot kendaraan, asap pabrik, orang bakar sampah, dll), dan sudah sejatinya sebagai sesama manusia penghuni bumi kita harus saling menghormati dan berbagi. Jadi saran saya, merokoklah di tempat yang sudah disediakan. Lalu tentang fatwa nya bagaimana? Nah, untuk yang satu ini, saya setuju sama pendapat Bapak saya yg tiap malam rajin nonton debat di TV tentang fatwa haram merokok: “Biarkanlah fatwa haram merokok itu diresmikan. Tinggal pintar2nya umat memilah, mana yg baik, mana yang buruk. Jangankan yang belum jelas hukumnya, wong yang sudah jelas haram saja diterabas sama orang Indonesia, misalnya korupsi, zinah, judi..”
Hmmm.

Terus tentang Obama. Ramai sekali diributkan, tentang kedatangan beliau. Ada yang setuju adem ayem,, ada yang menolak habis-habisan datangnya Obama. Untuk yang ini saya bingung. Kenapa sih kedatangan seseorang mesti diributkan? Ada apa dengan Obama? Dia juga kan manusia biasa, who happens to be the president of United States of America. Menurut saya, yg kenapa-kenapa tuh Amerika nya, bukan Obama nya, meskipun dia presidennya, tapi kan negara Amerika was not established in one night, yang bikin buruk ya para pendahulunya. In my humble opinion, biarkanlah ia datang. Siapa tau dia kangen pengin makan bubur kacang ijo di depan sekolahnya dulu (kalau ada…). Tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara (berhati) besar. Kedatangan siapapun tidak akan mengubah integritas negara kita. Jangan pernah merasa tertindas, atau apapun perasaan mereka yg tidak setuju Obama datang. We are bigger than that. That’s just out of our ‘league’.
Besides, Indonesia kan bukan tanah suci Mekkah yang memang forbidden bagi mereka yang non Muslim.
So, please, welcome aboard, Obama.

Well, masih banyak hal-hal lain yang make me wonder, yang kadang bikin saya geleng2 kepala..dan bergumam, ‘gitu aja kok repot…’

halid says: “gicu aja kok lepot ya, mami…”

Advertisements