Monthly Archives: September 2010

sore di suatu september

Standard

sore ini indah.

sore ini indah.

kata-kata itu yang saya gumamkan sepanjang jalan dari kantor ke rumah. Sambil memperhatikan beberapa kendaraan bermotor yang berlalu lalang, saya berusaha tetap fokus menyetir dan menyingkirkan pikiran yang mengganggu. Bahkan seorang OB yang melambaikan tangannya pada saya saat motornya melewati mobil yang saya kendarai pun hampir saya acuhkan.

Saya berfikir, ada kegiatan apa ya orang-orang sore ini? Biasanya saya langsung meluncur ke tempat saya mengajar bahasa Inggris di Bogor, namun hari ini sedang libur. Sempat berencana untuk berbelanja kebutuhan pokok saya bulan ini, namun pesan YM dari teman saya mengingatkan bahwa saya masih punya hutang kerjaan dengan deadline besok, yang artinya saya harus kerjakan itu sore ini juga di rumah.

Sekali lagi, saya melamunkan, apa ya kegiatan orang-orang di sore yang berbahagia ini? Sempat tersirat, ‘mungkin sedang ada yang syuting…’ Ah tapi terlalu kebetulan kalau begitu. Mungkin orang-orang hanya sedang pergi menjemput orang yang mereka cintai pulang dari kantornya (seperti yang sang OB lakukan, tak lama setelah ia mendahului, saya kembali melihatnya di jalan, dengan seorang perempuan manis duduk di belakangnya :))

Atau mungkin, perkiraan saya benar.. Yep, ada keramaian di depan, ada beberapa warga duduk di tepi jalan, dan pak polisi, serta satu buah mobil yang langsung menunjukkan kegiatan yang sedang berlangsung: syuting. 🙂

Hm. apapun kegiatan orang-orang itu, sore ini indah.

Dan semestinya keindahan sore ini tidak boleh saya cemari dengan pemikiran sedih bahwa pekerjaan saya masih menumpuk untuk esok dan esok dan esoknya lagi. Setiap hari terasa sedikit sekali kemajuan bertambah. Semestinya keindahan sore ini saya dukung dengan pemikiran positif, bahwa pasti saya bisa menyelesaikan tugas-tugas saya, bahwa apapun pemikiran buruk orang lain tentang saya tidak akan mempengaruhi saya, bahwa satu tatapan mata terhadap saya tidak akan mematahkan semangat saya, karena saya yakin, yang menciptakan sore indah hari ini akan tetap mendengar doa-doa saya, Dialah Yang Maha Segalanya.. Alloh SWT.

Alhamdulillah ya Alloh, atas segala limpahan rezeki, rahmat, dan hidayah Mu kepadaku. Ampuni aku yang masih bersedih dan tak bersyukur, di sore yang indah ini, yang Engkau ciptakan untuk hamba-Mu, karena Engkau mencintai kami 🙂

semarang. 090710. 17:34

Standard

memandangi langit dan cahaya kuning keemasan yang menyinari hamparan permadani hijau di atasnya, aku meniti jalan menuju Semarang. Pagi ini kami berangkat pukul 05.30 dari rumah, menuju rumah nenek di Ponorogo. So far, the traffic is friendly. And the weather, though we can’t say it’s cool, is just tolerably sunny.

Dan aku pun tenggelam dalam lamunanku.

I used to know you.

I used to be able to read you.

I knew your smell,

I knew your scent.

I was so much familiar with every single things you do.

Every single things of you.

My life revolved around you.

But now the orbit is getting wider.

I got discarded, and scattered out the universe.

The reflection in the mirror is just getting blurry.

I can’t hardly catch the shadow diffusing.

The closer I get, the stranger you are.

I don’t know you anymore.

Simply not recognize you anymore…

Dan dalam keremangan langit Semarang, aku merajuk ke dalam awan senja dan bergabung bersama kerlip lampu malam.